Sistem Parkir Berbasis Waktu di RSUD Chasan Boesorie Picu Pengunjung Parkir di Badan Jalan

Sistem Parkir Berbasis Waktu di RSUD Chasan Boesorie Picu Pengunjung Parkir di Badan Jalan

Suasana aktifitas lalulintas sepanjang jalan sekitar RSUD CHASAN BOESORIE

‎Poroskieraha.com — Kebijakan penerapan parkir dengan sistem durasi waktu di area RSUD Chasan Boesorie mulai menuai keluhan dari pengunjung. Alih-alih memarkir kendaraan di dalam area rumah sakit, banyak pengunjung justru memilih memarkir kendaraan mereka di badan jalan sekitar rumah sakit.

‎Pantauan di lapangan, deretan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memenuhi sisi jalan utama di depan RSUD Chasan Boesorie, terutama pada jam-jam sibuk pelayanan. Kondisi ini tak hanya mempersempit badan jalan, tetapi juga kerap memicu kemacetan lalu lintas.

‎Sejumlah pengunjung mengaku keberatan dengan sistem parkir berdurasi yang dinilai memberatkan, khususnya bagi keluarga pasien yang harus menunggu dalam waktu lama. “Kalau urusan pasien tidak bisa dipastikan cepat. Kalau parkir pakai durasi, biayanya jadi lebih mahal,” ujar salah satu pengunjung.

‎Selain persoalan biaya, sebagian pengunjung menilai sistem tersebut kurang mempertimbangkan karakter rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik. Menurut mereka, rumah sakit seharusnya memberi kemudahan, bukan justru menambah beban bagi keluarga pasien.

‎Di sisi lain, penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Warga sekitar berharap pihak pengelola RSUD Chasan Boesorie dan instansi terkait segera mengevaluasi kebijakan parkir tersebut agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun ketertiban lalu lintas.