SOFIFI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara terus mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui kegiatan Pengembangan Konten Digital untuk Pendidikan, yang dimulai sejak 13 hingga 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan guru dan siswa dari 7 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.
Hal tersebut dilakukan guna menjawab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran. Mengingat, konten digital telah menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik proses belajar mengajar di sekolah.
Hal tersebut sekaligus menjawab berbagai keterbatasan yang sering dihadapi sekolah yang minim sarana dan prasarana laboratorium untuk praktikum maupun kegiatan eksperimen pada berbagai mata pelajaran. Kehadiran laboratorium maya (virtual laboratory) menjadi solusi inovatif yang memungkinkan guru dan siswa melakukan simulasi praktikum dan eksperimen secara digital untuk semua mata pelajaran, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada peralatan laboratorium fisik.
Berdasarkan hal tersebut, Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Konten Digital untuk Pendidikan dengan materi pembuatan laboratorium maya untuk semua mata pelajaran, yang bertujuan membekali guru dan siswa dengan pengetahuan serta keterampilan dalam merancang dan menghasilkan simulasi praktikum berbasis digital yang berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan di 7 kabupaten/kota secara kolaboratif dengan melibatkan guru dan siswa dari beberapa sekolah menengah atas guna memperluas manfaat dan mempererat sinergi antarsekolah dalam pengembangan kompetensi digital.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan konten pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era transformasi digital. Para peserta dibekali berbagai materi edukatif untuk menciptakan pembelajaran yang efektif.
Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya ini sejalan dengan berbagai program digitalisasi pendidikan yang tengah dikembangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, termasuk sebagai bentuk peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital.
Informasi yang dihimpun Poroskieraha.com, kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di 7 kabupaten/kota di Maluku Utara dengan pemateri di antaranya Hi. Buksi Lumbessy, M.Pd. (Widyaprada BPMP Maluku Utara), Dewi Sartika Hi. Bau, M.Pd. (Guru Madya, Pengajar Praktik), dan Santi Evaria, S.Pd. (Guru Madya, Pengajar Praktik). Sementara itu, perwakilan peserta dari masing-masing sekolah di antaranya guru dan siswa SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAS Alkhairat Kota Ternate, SMAN 1, SMAN 3, SMAS IT Citra Ummat, SMAS Muhammadiyah 4 Kota Tidore Kepulauan, SMAN 1, SMAN 3, SMAS Islam Jailolo, SMAS Dian Halmahera Kabupaten Halmahera Barat, SMAN 1, SMAN 4, SMAN 7, SMAS Insan Karisma Halmahera Tengah, SMAN 1, SMAN 7, SMAN 12, SMAN 5 Halmahera Timur, SMAN 5, SMAN 8, SMAN 13, SMAN 32 Halmahera Selatan, serta SMAN 1, SMAN 6, SMAS Kristen Tobelo, dan SMAS Muhammadiyah Tobelo Halmahera Utara.
Melalui kegiatan ini diharapkan para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, sementara siswa dapat mengembangkan kreativitas serta keterampilan digital sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan bahwa penguasaan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia pendidikan.
"Transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya berbicara tentang penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga bagaimana guru dan siswa mampu menciptakan konten pembelajaran yang berkualitas, kreatif, dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun budaya inovasi di sekolah sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, relevan, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman," ujar Abubakar.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan terus memperluas program peningkatan kompetensi digital bagi guru dan peserta didik agar seluruh satuan pendidikan di Maluku Utara mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
"Kami berharap setiap guru menjadi agen perubahan dalam transformasi pendidikan digital. Sementara para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator konten edukatif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis kualitas pendidikan di Maluku Utara akan semakin maju dan berdaya saing," tambahnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara dalam memperkuat literasi digital serta digitalisasi pembelajaran di seluruh wilayah provinsi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat transformasi pendidikan digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing di era digital.
0 Komentar
Tinggalkan Komentar